Kamis, 31 Maret 2016

Dampak Transportasi Online sebagai Sharing Economy

           Senin, 14/3/2016 lalu kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, dan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika diserbu ribuan pengemudi taksi. Perihal unjuk rasa mereka adaah mereka merasa penghasilan mereka berkurag karena adanya taksi dan ojek berbasis online. Keluhan lain mereka adalah utang setoran ke perusahaan terus bertambah.      Perseteruan penyedia jasa angkutan taksi di Indonesia antara taksi konvensional dan taksi berbasis online masih belum menemukan titik temu. 
              Perseteruan yang salah satunya penyebabnya akibat ketidaktegasan pemerintah ini terus mengkristal dan dalam skala yang lebih besar kemudian mewujud dalam bentuk demo yang cukup besar pada Selasa 22 Maret 2016. Ribuan sopir taksi resmi yang lantas diikuti sebagian sopir bajai dan KWK berdemo di beberapa tempat di Jakarta, antara lain di depan Gedung DPR/MPR, Balaikota DKI, Gedung Kemeninfo dan Istana Merdeka. Akibat aksi ini kemacetan di berbagai ruas jalan di Jakarta tak terhindarkan.
               Di beberapa tempat bahkan sempat terjadi aksi-aksi anarkis termasuk bentrokan dengan pengemudi ojek. Sebenarnya keresahan pengemudi taxi konvensional sudah marak sejak beberapa bulan terakhir, terkait operasi taksi online. Mediasi oleh pemerintah DKI Jakarta sejauh ini tidak membuahkan hasil. Sementara kementrian transportasi terkesan melakukan pembiaran dalam masalah ini.

Kamis, 24 Maret 2016

Mahasiswa adalah Pondasi dari Pilar Perguruan Tinggi

             Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan jenjang terakhir dari pendidikan formal, mengemban peran yang penting dalam ketatanegaraan suatu bangsa. Sebab pendidikan suatu bangsa berpusat pada lingkungan perguruan tinggi. Proses perubahan peran pelajar dari masa sekolah menengah ke perguruan tinggi sangat signifikan, mahasiswa tidak lagi hanya terfokus pada pendidikannya saja, tetapi bagaimana mereka mengembangkan ilmunya juga sangat diperhitungkan di perguruan tinggi.
            Tri Dharma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai penerus di negara ini. Karena mahasiswa adalah ujung tombak perubahan bangsa kita ke arah yang lebih baik. Adapun Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri meliputi :
Pendidikan
            Mahasiswa berkewajiban meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat pada umumnya dengan ilmu yang mereka pelajari selama pendidikan di kampus sesuai bidang keilmuan tertentu. Mahasiswa dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga ketika mahasiswa melakukan segala kegiatan dalam hidupnya, semua harus didasari pertimbangan rasional, bukan dengan adu otot. Itulah yang disebut kedewasaan mahasiswa.
            Pendidikan karakter penting bagi pertumbuhan individu menjadi manusia yang seutuhnya dan sebaiknya dilakukan sejak dini. Namun bukan berarti jika pendidikan dasar belum mengakomodasi pendidikan karakter, perguruan tinggi juga merasa tidak perlu untukmmenyelenggarakannya. Penting bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya memperhatikan
kebutuhan kompetensi akademis mahasiswa, tapi juga pembinaan karakternya agar lulusan menjadi lulusan yang siap secara akademis dan berkarakter baik. Untuk ke depannya, perancangan pendidikan karakter harus terus dilakukan dengan komitmen yang tinggi dan dilakukan usaha perbaikan terus menerus. Buatlah diri kita menjadi seseorang yang good character
Penelitian dan Pengembangan
Penelitian di bidang pendidikan, umumnya tidak diarahkan pada pengembangan suatu produk, tetapi lebih ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru, berkenaan dengan fenomena-fenomena bersifat fundamental serta praktik pendidikan. Penelitian tentang fenomena pendidikan fundamental dilakukan melalui penelitian dasar (basic research), sedang penelitian tentang praktik pendidikan dilakukan melalui penelitian terapan (applied research). R&D (kadang-kadang disebut pengembangan berbasis penelitian) merupakan penelitian untuk mengembangkan dan memvalidasi produk. 
Di lain pihak, penelitian pendidikan juga merupakan penelitian untuk menemukan pengetahuan baru melalui penelitian dasar atau menjawab pertanyaan spesifik tentang masalah praktis atau menerapkan pengetahuan melalui penelitian terapan. R&D merupakan metode penghubung atau penghilang kesenjangan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Sering ditemukan adanya kesenjangan antara hasil penelitian dasar bersifat teoritis dengan penelitian terapan bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat dihilangkan atau dihubungkan melalui kegiatan R&D. Suatu produk yang baik akan dihasilkan (perangkat keras atau perangkat lunak) maka produk tersebut akan memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. 
            Oleh karena itu, ilmu yang mahasiswa kuasai melalaui proses pendidikan di perguruan tinggi harus diimplementasikan dan diterapkan. Salah satunya dengan langkah ilmiah, seperti melalui penelitian. Penelitian mahasiswa bukan hanya akan mengembangkan diri mahasiswa itu sendiri, namun juga memberikan manfaat bagi kemajuan pperadaban dan kepentingan bangsa kita dalam menyejahterakan bangsa. Selain pengembangan diri secara ilmiah dan akademis. Mahasiswa pun harus senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya dalam hal softskill dan kedewasaan diri dalam menyelesaikan segala masalah yang ada. Mahasiswa harus mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap segala fenomena yang ada dan mengkajinya secara keilmuan.
Pengabdian pada Masyarakat
            Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya langsung pada masyarakat secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab yang luhur dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya tujuan pembangunan nasional. Tidak hanya merupakan salah satu unsur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun kegiatan riset dan pengabdian masyarakat menjadi faktor yang sangat penting dalam keberadaan sebuah perguruan tinggi di tengah masyarakat.
            Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa adalah yang paling dekat dengan rakyat dan memahami secara jelas kondisi masyarakat tersebut. Kewajiban sebagai mahasiswa menjadi front line dalam masyarakat dalam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah terhadap rakyat karena sebagaian besar keputusan pemerintah di masa ini sudah terkontaminasi oleh berbagai kepentingan politik tertentu dan kita sebagai mahasiswa yang memiliki mata yang masih bening tanpa ternodai kepentingan-kepentingan serupa mampu melihat secara jernih, melihat yang terdalam dari yang terdalam terhadap intrik politik yang tidak jarang mengeksploitasi kepentingan rakyat. Disini mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat, tentu tidak dengan jalan kekerasan dan aksi chaotic, namun menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, kaji terlebih dahulu, pahami, dan sosialisasikan pada rakyat, mahasiswa memiliki ilmu tentang permasalahan yang ada, mahasiswa juga yang dapat membuka mata rakyat sebagai salah satu bentuk pengabdia terhadap rakyat.
            Dengan melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, akan mengenal keadaan dan kebutuhan masyarakat, dan ilmu akan senantiasa diupdate. Sasaran dari kegiatan pengabdian pada masyarakat tidak harus masyarakat miskin. Ada masyarakat industri yang juga membutuhkan sumbangan pemikiran dan penelitian akademisi dari perguruan tinggi. Kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang baik harus didahului dan didasari oleh penelitian akan gambaran kondisi masyarakat agar tepat sasaran dan tidak menjadi kegiatan luar kampus belaka
            
            Kondisi pergerakan mahasiswa saat ini apatis, individualis, pragmatis, dan oportunis. Hal-hal tersebutlah yang secara umum paling dapat menggambarkan kondisi mahasiswa saat ini. Seharusnya gerakan mahasiswa revolusioner, yang menjadikan teori dan praktek sebagai satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan serta mampu bersatu dengan rakyat melalui analisa yang radikal atas situasi kondisi objektif masyarakat, tentu dapat diwujudkan melalui organisasi mahasiswa yang revolusioner. Organisasi mahasiswa tersebut tentu merupakan organisasi  yang dapat menyatukan kerja-kerja mahasiswa dan yang bukan mahasiswa (elemen rakyat lainnya). Organisasi yang dapat bersatu dengan rakyat untuk menggulingkan kapitalisme
            Peran mahasiswa dalam hal ini sangat diperlukan, karena tidak lain tidak bukan mahasiswa yang nantinya akan kembali ke masyarakat. Jika mahasiswa sejak awal sudah melakukan hal ini, nantinya mahasiswa tidak akan merasa asing lagi dengan keadaan masyarakat sekitar, karena merasa perlu menyesuaikan diri kembali. Sebenarnya saya sebagai mahasiswa merasa bahwa tidak ada jaminan seluruh mahasiswa bisa mendapatkan ketiga dharma ini. Bahkan pihak rektorat pun belum bisa sepenuhnya memfasilitasi ketiga nilai ini kepada mahasiswa, karena yang terpikirkan oleh saya bahwa betapa baiknya apabila ketiga dharma perguruan tinggi ini bisa didapatkan oleh mahasiswa. Bahkan merupakan hal yang terpisah-pisah, misalnya mahasiswa hanya diarahkan untuk belajar, dosen diarahkan untuk meneliti, sedangkan pengabdian masyarakat hanya diperuntukan bagi pihak rektorat. Jika hal ini terus berlanjut, maka peran mahasiswa semakin lama semakin dipertanyakan.
       Perlunya penanaman kesadaran terhadap mahasiswa mengenai perannya sebagai barisan terdepan perjuangan dalam memajukan bangsa. Kuliah bukan hanya untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran untuk dirinya sendiri tetapi untuk masyarakat. Karena sejatinya mahasiswa merupakan generasi yang tanggung jawabnya bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya saja tetapi juga tanggung jawab kepada masyarakat. Mahasiswa harus menghilankan sikap apatis dan acuh terhadap permasalahan yang sedang dilanda masyarakat. Mahasiswa harus dapat membaca situasi, menganalisis penyebabnya dan memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalaham tersebut. Jika hal itu sudah terwujud maka Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dengan mudah dicapai, karena sejatinya tercapainya Tri Dharma Perguruan Tinggi bergantung seberapa banyak peran mahasiswa dalam membantu mewujudkannya, dan seberapa jauh mahasiswa memahami dan menerapkan apa yang menjadi isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pihak kampus harus berusaha memancing mahasiswanya agar mau mengaktualisasikan tri dharma perguruan tinggi. Disamping itu, juga perlu adanya pemfasilitasan kepada para mahasiswa terkait dengan bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Agar mahasiswa merasa tindakan yang dilakukannya tersebut mendapat pengakuan, penghargaan, dan nama baik.


VIDEO PROMOSI PRODI S1 AKUNTANSI

Konten Video: - Kaprodi S1 Akuntansi: Dr. I Gusti Ketut Agung Ulupui, SE, M.Si, AK, CA - Dosen S1 Akuntansi - Ruang & Fasilitas - Ma...